Harapan
Belakangan ini, hujan terus mengguyur kota cianjur. Dua hari berturut-turut tanpa henti membuat masyarakat resah dibuatnya, karena tak jarang di desaku pernah mengalami tragedi longsor yang membuat sebagian warga harus kehilangan rumah mereka, bahkan ada sampai yang terkena luka parah akibat jatuhan dari longsor tersebut. Menjelang malam, hujan mulai reda. Aku ucapkan puji syukur kepada tuhan karena masih melindungi desaku. Sungguh, aku juga masih trauma dengan kejadian 6 tahun yang lalu, karena adanya guncangan dari dalam bumi yang membuat rumahku roboh. Memang bukan longsor yang mengakibatkannya, akan tetapi apapun bentuk bencana alam yang datang itu adalah hal yang paling menakutkan. Ya beginilah jika seseorang harus tinggal di pelosok desa yang berada di dataran tinggi, kita harus siap menerima apapun resikonya. Semenjak peristiwa gempa bumi itu, aku dan nenekku tinggal disebuah gubuk bekas almarhum buyutku sendiri. Meskipun kecil tapi setidaknya kita berdua...